Dalam perdagangan internasional, istilah Incoterms (International Commercial Terms) digunakan sebagai standar global untuk menentukan hak dan kewajiban antara penjual dan pembeli. Ada banyak jenis Incoterms, seperti EXW (Ex Works), DDP (Delivered Duty Paid), hingga DAP (Delivered at Place). Namun dalam praktik ekspor-impor produk pertanian, terutama untuk UMKM, istilah yang paling sering dipakai adalah:
- FOB (Free on Board): Penjual menanggung biaya hingga barang dimuat di kapal pelabuhan asal. Setelah itu, risiko berpindah ke pembeli.
- CFR (Cost and Freight): Penjual menanggung biaya barang dan ongkos kirim sampai pelabuhan tujuan, tetapi tidak termasuk asuransi.
- CIF (Cost, Insurance, and Freight): Sama seperti CFR, tetapi penjual juga menanggung biaya asuransi pengiriman barang hingga pelabuhan tujuan.
Tiga Incoterms ini paling umum dipakai karena terkait langsung dengan perhitungan biaya logistik, asuransi, dan harga barang saat sampai di negara tujuan. Untuk membantu memahami perhitungan FOB → CFR → CIF, PascaLab menghadirkan Kalkulator Interaktif yang bisa kita gunakan langsung di artikel ini.
Nilai Pabean & Kaitannya dengan CIF
Menurut aturan resmi dari Direktorat Jenderal Bea Cukai RI, nilai pabean untuk perhitungan bea masuk harus berdasarkan nilai transaksi dan menggunakan Incoterm CIF sebagai dasar perhitungan. Kalau biaya asuransi tidak tercantum dalam nilai transaksi dan tak ada data objektif, maka diasumsikan sebesar 0,5% dari nilai CFR.
Dalam perdagangan internasional, terutama untuk produk pascapanen seperti kopi, kakao, atau hasil laut, biaya logistik sangat memengaruhi harga akhir produk. Tiga istilah yang paling sering digunakan adalah FOB (Free on Board), CFR (Cost and Freight), dan CIF (Cost, Insurance, and Freight). Namun banyak pelaku usaha UMKM atau eksportir pemula yang bingung cara menghitungnya.
Untuk membantu, PascaLab menghadirkan Kalkulator FOB → CFR → CIF interaktif yang bisa langsung kita gunakan di artikel ini.
Bagaimana perhitungan FOB, CFR, dan CIF?
- FOB (Free on Board): Harga barang di pelabuhan asal, belum termasuk ongkos kirim atau asuransi.
- CFR (Cost and Freight): FOB + biaya pengiriman (freight).
Besarannya tergantung tujuan:
- ASEAN → 5% dari FOB
- Asia non-ASEAN & Australia → 10% dari FOB
- Negara lain → 15% dari FOB
- CIF (Cost, Insurance, and Freight): CFR + asuransi. Umumnya asuransi dihitung sebesar 0,5% dari nilai CFR.
Contoh Perhitungan
Misalnya kita mengekspor kopi dari Indonesia ke negara ASEAN dengan nilai FOB sebesar USD 10.000:
- FOB = USD 10.000
- Freight (5%) = USD 500
- CFR = 10.000 + 500 = USD 10.500
- Insurance (0,5%) = USD 52,50
- CIF = 10.500 + 52,50 = USD 10.552,50
Kalkulator Interaktif FOB → CFR → CIF
Gunakan kalkulator berikut untuk menghitung nilai FOB → CFR atau langsung CFR → CIF sesuai kebutuhan kita:
Kalkulator FOB → CFR
Kalkulator CFR → CIF
Dengan memahami perhitungan dari FOB → CFR → CIF, pelaku usaha di bidang pascapanen dapat lebih mudah memperkirakan biaya ekspor produk mereka. Kalkulator di atas diharapkan bisa membantu UMKM, eksportir, maupun startup pertanian digital dalam membuat estimasi cepat biaya logistik.
Coba kalkulator ini untuk produk kamu, dan temukan berapa nilai CIF yang sebenarnya!
0 Komentar