Salah satu mimpi buruk terbesar bagi eksportir pemula bukanlah produk yang ditolak pembeli, melainkan menyadari bahwa mereka merugi justru setelah barang terjual. Mengapa ini bisa terjadi? Jawabannya sederhana, yaitu Kesalahan dalam menghitung struktur harga.
Dalam bisnis komoditas dan pascapanen, margin keuntungan
seringkali ditentukan oleh seberapa cermat kita menghitung biaya-biaya kecil
yang tersembunyi. Mulai dari biaya handling di gudang, dokumen karantina & Bea Cukai,
hingga fluktuasi biaya kargo. Salah hitung sedikit saja di awal, profit bisa
tergerus habis di akhir.
Artikel ini akan membedah secara tuntas bagaimana cara menyusun harga ekspor yang benar dan aman. Kita akan membahas alur biaya dari kebun (Farm Gate) hingga sampai ke pelabuhan pembeli (CIF), lengkap dengan simulasi perhitungannya. Tujuannya satu: agar bisnis ekspor yang teman-teman jalankan tidak hanya sekadar berjalan, tapi juga menghasilkan profit yang nyata.
Istilah Dasar yang Wajib Tahu
Sebelum masuk ke hitungan angka, kita wajib memahami "bahasa" harga dalam perdagangan internasional. Jangan terpaku pada definisi buku teks yang rumit, berikut adalah penjelasan sederhananya:
1. Ex-Work (Harga Gudang / Farm Gate)
Ini adalah harga barang saat masih berada di gudang atau
kebun. Di titik ini, kita hanya menghitung modal produk + margin
keuntungan + biaya kemasan dasar. Kita belum menanggung biaya kirim atau
dokumen apa pun. Pembeli yang akan mengambil barang sendiri ke tempat kita.
2. FOB (Free On Board - Harga Sampai di Kapal)
Ini adalah istilah yang paling umum dipakai eksportir
Indonesia. Harga FOB artinya: Harga Barang + Semua Biaya sampai barang masuk
ke kapal di pelabuhan Indonesia.
Tanggung jawab kita selesai begitu barang melewati pagar kapal. Biaya kirim laut/udara ke negara tujuan ditanggung oleh pembeli.
3. CIF (Cost, Insurance, and Freight - Harga Sampai Tujuan)
Ini adalah paket lengkap. Harga CIF artinya: Harga FOB + Biaya Kapal (Freight) + Asuransi.
Di sini, Kita bertanggung jawab membayarkan ongkos kirim
sampai ke pelabuhan negara pembeli (misalnya sampai pelabuhan Shanghai atau
Rotterdam). Ini biasanya memberikan nilai tambah lebih bagi pembeli karena
mereka terima beres.
Bedah Komponen Biaya: Langkah demi Langkah
Agar hitungan kita akurat, jangan pernah menebak-nebak
biaya. Berikut adalah pos-pos pengeluaran yang wajib masuk dalam kalkulator kita:
Langkah 1: Biaya Produk & Penyiapan (Preparation Cost)
Ini adalah biaya untuk membuat barang siap kirim, yaitu:
- Harga Beli Bahan Baku: Harga yang kita bayar ke petani/pengepul.
- Sortasi & Grading: Upah tenaga kerja untuk memilah produk (Grade A, B, atau Reject).
- Packaging: Kardus (carton box), plastic wrapping, styrofoam, hingga palet kayu (wajib standar ISPM #15).
- Treatment: Biaya pencucian, pelilinan (waxing), atau fumigasi jika diperlukan.
Langkah 2: Biaya Lokal & Dokumen (FOB Components)
Ini biaya "gaib" yang sering bikin kaget kalau tidak dihitung.
- Trucking: Ongkos truk dari gudang ke pelabuhan/bandara.
- Handling Fee / EMKL: Biaya jasa forwarder untuk mengurus barang di pelabuhan.
- THC (Terminal Handling Charge): Biaya sewa lahan penumpukan kontainer di pelabuhan.
- Dokumen Ekspor: Biaya pembuatan PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang), Sertifikat Phytosanitary (Karantina), dan COO (Certificate of Origin / SKA).
Langkah 3: Biaya Pengiriman Internasional (CIF Components)
Hanya dihitung jika kita menjual dengan sistem CIF.
- Ocean/Air Freight: Biaya sewa space di kapal atau pesawat.
- Insurance: Premi asuransi kargo (biasanya sangat murah, sekitar 0.1% - 0.5% dari nilai barang, tapi sangat krusial).
Studi Kasus Nyata: Ekspor Manggis ke China
Mari kita buat simulasi agar kita punya gambaran nyata.
Skenario: kita mengekspor 1 Kontainer Reefer (pendingin) 20ft berisi 10.000 kg
(10 Ton) Manggis.
|
Komponen Biaya |
Perhitungan (Estimasi) |
Total (IDR) |
|
1. Modal Barang |
||
|
Beli Manggis (Petani) |
Rp. 20.000 x 10.000 kg |
Rp. 200.000.000 |
|
Kemasan (Kardus) |
Rp. 15.000 x 1.000 pcs |
Rp. 15.000.000 |
|
Tenaga Kerja & Operasional
|
Borongan |
Rp. 5.000.000 |
|
Total Ex-Work |
Rp. 220.000.000 |
|
|
2. 2. Biaya Lokal |
||
|
Trucking (Gudang Pelabuhan) |
1 Trip |
Rp.4.000.000 |
|
Handling THC, Dokumen |
Estimasi pakai Forwader |
Rp. 6.000.000 |
|
Karantina & COO |
Resmi + Operasional |
Rp. 1.000.000 |
|
Total Biaya FOB (Ex-Work +
Lokal) |
Rp. 220.000.000+ 11.000.000 |
Rp. 231.000.000 |
|
Harga Jual FOB/kg |
Rp 231.000.000 / 10.000 kg |
Rp. 23.100 / kg |
Catatan: Angka di atas adalah simulasi. Harga jual FOB kita adalah Rp 23.100/kg. Di angka ini kita baru "balik modal" + biaya
kirim, belum termasuk margin keuntungan (profit) perusahaan kita.
Jebakan "Biaya Siluman" yang Sering Terlupakan
Meski hitungan di atas terlihat rapi, dunia lapangan seringkali berbeda. Hati-hati dengan faktor-faktor tak terduga ini yang bisa memotong profit kita:
1. Penyusutan Bobot (Shrinkage): Produk hortikultura
menyusut selama perjalanan. Jika kita kirim 10 ton manggis, sampai di China
mungkin sisa 9,8 ton karena penguapan air. Pastikan kita melebihkan sedikit
timbangan atau menghitung potensi weight loss ini dalam harga.
2. Fluktuasi Kurs Mata Uang: Ekspor dibayar dengan
Dollar (USD), tapi biaya operasional kita dalam Rupiah (IDR). Jika Dollar
melemah saat pembayaran cair, margin bisa hilang. Pertimbangkan untuk
melakukan hedging atau sepakati kurs tengah dengan pembeli.
3. Biaya Tak Terduga di Pelabuhan: Keterlambatan
pengurusan dokumen bisa menyebabkan denda penumpukan kontainer (Demurrage & Storage) yang biayanya sangat mahal per hari. Selalu siapkan dana
darurat sekitar 5-10% dari total biaya logistik.
Ekspor produk pertanian dan pascapanen adalah bisnis volume. Keuntungan per kilogram mungkin terlihat kecil, tetapi dikalikan tonase, hasilnya luar biasa. Kuncinya ada pada akurasi perhitungan. Jangan hanya menebak harga pasar, tapi hitunglah berdasarkan struktur biaya riil kita (Cost-Based Pricing).
Dengan memahami komponen dari Farm Gate hingga CIF, kita memiliki posisi tawar yang kuat di hadapan pembeli internasional.
Hitung Cepat Tanpa Pusing?
Kita tidak perlu menghitung semua komponen di atas secara manual menggunakan kertas coretan. Saya sudah menyediakan alat bantu gratis untuk teman-teman pakai.
Klik di sini untuk Menggunakan Kalkulator FOB ke CIF
Gunakan Kalkulator Ekspor PascaLab untuk menghitung estimasi harga FOB ke CIF secara otomatis, cepat, dan akurat.


0 Komentar