Apakah Kamu sedang pusing mencari contoh format packing list ekspor yang benar dan siap pakai? Kamu berada di tempat yang tepat.
Dalam dunia
ekspor impor, dokumen adalah "nyawa". Salah satu dokumen paling
krusial yang sering dicari oleh staf administrasi ekspor, logistik, hingga
mahasiswa adalah Packing List. Seringkali, template yang ada di internet
terlalu rumit atau justru format lama yang sudah tidak relevan.
Di artikel
ini, Kamu bisa mendownload template Packing List (Excel & PDF) yang bisa
diedit, serta panduan lengkap cara mengisi setiap kolomnya agar barang Kamu lolos
bea cukai (customs) tanpa masalah.
Apa Itu Packing List dan Mengapa Penting?
Secara
sederhana, Packing List adalah dokumen pengapalan yang berisi rincian
lengkap mengenai barang apa saja yang ada di dalam peti kemas (container) atau
paket kiriman Kamu.
Jika Commercial
Invoice bicara soal "harga", maka Packing List bicara soal
"fisik barang". Dokumen ini wajib ada untuk:
- Proses Customs Clearance
(Pemeriksaan Bea Cukai).
- Menghitung ruang muat
(kubikasi/CBM).
- Pengecekan fisik oleh pihak
gudang (warehouse) penerima.
Tanpa
packing list yang akurat, barang ekspor kamu berisiko tertahan di pelabuhan
(Red Line), yang ujung-ujungnya menyebabkan biaya demurrage (denda
penahanan kontainer) membengkak.
Download Contoh Packing List Ekspor (Excel & PDF)
Berikut
adalah preview struktur Packing List stkamur internasional yang umum
digunakan. Format ini sederhana namun diterima secara global.
![]() |
| Contoh Tampilan File Excel Packing List |
Kami telah
menyediakan file ini dalam format Excel (.xlsx) yang rumusnya sudah otomatis
(untuk total weight dan quantity), serta format PDF untuk referensi.
📥 [Download Template Packing List Ekspor (Google Drive) - Klik Disini]
Cara Mengisi Packing List Ekspor (Panduan Per Kolom)
Memiliki
template saja tidak cukup. Banyak eksportir pemula melakukan kesalahan saat
pengisian data. Berikut adalah panduan cara mengisi packing list ekspor kolom
demi kolom:
1. Header (Informasi Pihak Terkait)
- Shipper/Exporter: Isi dengan nama lengkap
perusahaan Kamu, alamat lengkap, dan nomor telepon.
- Consignee: Isi dengan nama perusahaan
pembeli (importir) beserta alamat lengkap sesuai kontrak.
- Notify Party: Pihak yang harus dihubungi
saat barang tiba di pelabuhan tujuan (bisa sama dengan Consignee atau agen
forwarder mereka).
- Invoice No. & Date: Pastikan nomor ini SAMA
PERSIS dengan yang ada di Commercial Invoice. Jangan sampai beda satu
digit pun.
2. Shipping Details (Informasi Pengiriman)
- Vessel Name / Voyage No: Nama kapal dan nomor pelayaran
(dapat dari Bill of Lading atau instruksi Forwarder).
- Port of Loading (POL): Pelabuhan muat (misal: Tanjung
Priok, Jakarta).
- Port of Discharge (POD): Pelabuhan tujuan (misal: Port
of Singapore).
3. Kolom Rincian Barang (Isi Tabel)
Ini adalah
bagian paling krusial. Perhatikan kolom-kolom berikut:
- Marks & Numbers: Tanda pengenal pada kemasan barang
(kardus/peti). Biasanya berisi inisial pembeli atau nomor urut karton
(misal: 1/100, 2/100). Jika polos, tulis "No Mark".
- Description of Goods: Jelaskan barang secara
spesifik.
- Tips: Jangan hanya tulis
"Spareparts". Tulis "Spareparts for Motorcycle - Chain
type X". Tambahkan HS Code di sini untuk mempermudah bea
cukai.
- Quantity (Qty): Jumlah satuan barang (pcs,
set, unit).
- Type of Packaging: Jenis kemasan (Carton, Pallet,
Wooden Crate, Drum), bisa ditulis langsung
sepert “Number of Pallet”.
- Net Weight (NW): Berat bersih barang saja
(tanpa kemasan).
- Gross Weight (GW): Berat kotor (Berat barang +
Berat kemasan/kardus).
- Rumus: NW + Berat Kardus = GW.
- Measurement (CBM): Volume barang dalam satuan
Cubic Meter.
- Cara hitung: Panjang (m) x Lebar (m) x
Tinggi (m) x Jumlah Karton.
3 Kesalahan Umum yang Sering Terjadi di Lapangan
Berdasarkan
pengalaman, berikut adalah kesalahan sepele yang sering bikin dokumen ditolak
(reject):
- Beda Data dengan Invoice: Total Gross Weight di
Packing List tertulis 500 Kg, tapi di Invoice tertulis 505 Kg. Selisih
kecil ini bisa memicu kecurigaan bea cukai.
- Salah Menghitung Gross Weight: Banyak admin lupa menghitung
berat palet kayu. Ingat, Gross Weight mencakup semua material
packaging, termasuk paletnya.
- Deskripsi Barang Ambigu: Menggunakan nama barang
internal perusahaan yang tidak dipahami orang umum. Gunakan bahasa Inggris
standar internasional.
Membuat
Packing List ekspor sebenarnya mudah jika Kamu sudah memiliki template yang stkamur.
Kunci utamanya adalah ketelitian dan konsistensi data antara
Packing List, Invoice, dan Bill of Lading (B/L).
Silakan download template di atas, edit sesuai kebutuhan perusahaan Kamu, dan semoga proses ekspor Kamu berjalan lancar!
.png)

0 Komentar