| Apa itu FAS? |
Dalam perdagangan internasional, pemilihan Incoterms yang tepat sangat penting untuk memastikan pembagian tanggung jawab, biaya, dan risiko antara penjual dan pembeli dapat dipahami dengan jelas. Salah satu Incoterms yang masih digunakan dalam perdagangan komoditas dan pengiriman laut adalah FAS atau Free Alongside Ship.
FAS (Free Alongside Ship) merupakan salah satu aturan dalam Incoterms 2020 yang mengatur bahwa penjual memenuhi kewajibannya ketika barang telah ditempatkan di samping kapal (alongside ship) yang ditunjuk oleh pembeli di pelabuhan muat yang telah disepakati.
Dengan kata lain, penjual bertanggung jawab membawa barang hingga berada di sisi kapal, sedangkan proses pemuatan ke atas kapal serta seluruh biaya dan risiko setelah titik tersebut menjadi tanggung jawab pembeli.
FAS hanya dapat digunakan untuk transportasi laut dan jalur perairan pedalaman (inland waterway transport). Oleh karena itu, Incoterms ini tidak cocok digunakan untuk pengiriman menggunakan pesawat udara, kereta api, atau transportasi multimoda.
Dalam praktiknya, FAS sering digunakan pada perdagangan komoditas curah (bulk cargo), hasil tambang, hasil pertanian, kayu, batu bara, pupuk, dan berbagai jenis muatan yang biasanya dimuat langsung ke kapal.
Sebagai contoh, eksportir kopi di Indonesia menjual kopi robusta kepada pembeli di Jepang dengan syarat FAS Port of Panjang. Penjual bertanggung jawab mengirim barang hingga berada di sisi kapal yang telah ditunjuk pembeli di Pelabuhan Panjang. Setelah barang berada di samping kapal, risiko dan tanggung jawab berpindah kepada pembeli.
Karena memiliki karakteristik yang cukup berbeda dibandingkan CPT, CIP, atau FOB, pemahaman mengenai titik perpindahan risiko dalam FAS menjadi sangat penting. Kesalahan memahami aturan ini dapat menimbulkan sengketa biaya maupun risiko selama proses pengiriman internasional.
Jika Anda ingin memahami Incoterms yang lebih modern dan dapat digunakan untuk berbagai moda transportasi, baca juga artikel mengenai CPT (Carriage Paid To) dan CIP (Carriage and Insurance Paid To) yang telah kami bahas sebelumnya di Pascalab.
Fungsi FAS dalam Perdagangan Internasional
FAS memiliki fungsi utama sebagai pedoman pembagian tanggung jawab antara penjual dan pembeli dalam transaksi perdagangan internasional yang menggunakan transportasi laut.
Melalui FAS, kedua pihak dapat mengetahui secara jelas kapan tanggung jawab penjual berakhir dan kapan tanggung jawab pembeli dimulai. Kejelasan ini membantu mengurangi risiko sengketa selama proses pengiriman.
Selain itu, FAS memberikan fleksibilitas kepada pembeli untuk memilih perusahaan pelayaran atau kapal yang akan digunakan. Karena pembeli yang mengatur kontrak pengangkutan utama, pembeli memiliki kontrol yang lebih besar terhadap jadwal pengiriman maupun biaya freight.
FAS juga banyak digunakan dalam perdagangan komoditas karena proses penyerahan barang di sisi kapal lebih mudah diterapkan untuk barang curah atau barang dalam jumlah besar yang akan dimuat langsung ke kapal.
Bagi eksportir, FAS dapat mengurangi tanggung jawab dibandingkan FOB karena penjual tidak perlu mengurus proses pemuatan barang ke atas kapal. Kewajiban penjual selesai lebih awal, yaitu ketika barang telah tersedia di samping kapal yang ditunjuk pembeli.
Dengan demikian, FAS berfungsi sebagai alat untuk menciptakan kepastian hukum, efisiensi logistik, dan pembagian tanggung jawab yang jelas dalam perdagangan internasional berbasis transportasi laut.
Tanggung Jawab Penjual dalam FAS
Dalam Incoterms FAS, penjual memiliki sejumlah kewajiban yang harus dipenuhi sebelum risiko berpindah kepada pembeli.
Pertama, penjual wajib menyediakan barang sesuai spesifikasi yang tercantum dalam kontrak jual beli internasional. Barang harus memenuhi persyaratan kualitas, kuantitas, dan standar yang telah disepakati.
Kedua, penjual bertanggung jawab melakukan pengemasan dan pelabelan yang sesuai untuk kebutuhan ekspor. Pengemasan yang baik sangat penting untuk menjaga kualitas barang selama proses pengangkutan menuju pelabuhan.
Ketiga, penjual wajib mengurus seluruh formalitas ekspor. Tanggung jawab ini mencakup pengurusan izin ekspor, dokumen kepabeanan, pemeriksaan yang diperlukan, serta biaya yang berkaitan dengan proses ekspor.
Keempat, penjual harus mengirim barang hingga pelabuhan muat yang telah ditentukan dalam kontrak.
Kelima, penjual bertanggung jawab menempatkan barang di samping kapal yang telah ditunjuk oleh pembeli pada tanggal atau periode yang telah disepakati.
Pada titik inilah kewajiban utama penjual dianggap selesai.
Penjual tidak memiliki kewajiban untuk memuat barang ke atas kapal, membayar freight internasional, mengurus asuransi pengangkutan, ataupun mengurus proses impor di negara tujuan.
Karena kewajiban penjual berakhir lebih awal dibandingkan FOB, FAS sering dianggap sebagai salah satu Incoterms yang relatif menguntungkan bagi eksportir yang ingin mengurangi tanggung jawab logistik internasional.
Tanggung Jawab Pembeli dalam FAS
Dalam FAS, pembeli memiliki tanggung jawab yang cukup besar setelah barang ditempatkan di samping kapal.
Tanggung jawab pertama pembeli adalah menunjuk kapal yang akan digunakan untuk pengangkutan internasional. Pembeli juga harus menginformasikan jadwal kedatangan kapal kepada penjual agar proses penyerahan barang dapat dilakukan sesuai waktu yang telah disepakati.
Setelah barang ditempatkan di samping kapal, pembeli bertanggung jawab atas seluruh risiko yang mungkin terjadi.
Pembeli juga wajib menanggung biaya pemuatan barang ke atas kapal. Berbeda dengan FOB yang mewajibkan penjual memuat barang ke kapal, dalam FAS biaya loading menjadi tanggung jawab pembeli.
Selain itu, pembeli harus membayar freight internasional, biaya bongkar muat di pelabuhan tujuan, biaya penyimpanan, biaya transportasi lanjutan, serta biaya lain yang muncul selama perjalanan.
Pembeli juga bertanggung jawab mengurus seluruh formalitas impor di negara tujuan. Kewajiban ini meliputi pembayaran bea masuk, pajak impor, serta pengurusan dokumen kepabeanan impor.
Karena pembeli memegang kendali terhadap proses pengangkutan utama, FAS biasanya lebih cocok digunakan oleh importir yang memiliki pengalaman dan jaringan logistik internasional yang kuat.
Bagi pembeli yang belum berpengalaman dalam mengatur pengiriman laut internasional, penggunaan FAS dapat menimbulkan tantangan karena sebagian besar proses logistik berada di bawah tanggung jawab mereka.
Titik Perpindahan Risiko pada FAS
Titik perpindahan risiko merupakan bagian paling penting dalam memahami FAS.
Banyak pelaku usaha yang mengira risiko berpindah ketika barang sudah dimuat ke atas kapal. Anggapan ini tidak benar.
Dalam FAS, risiko berpindah ketika barang telah ditempatkan di samping kapal (alongside ship) yang ditunjuk pembeli di pelabuhan muat yang telah disepakati.
Sebagai contoh, PT Sumatera Coffee Export menjual kopi robusta kepada perusahaan Jepang menggunakan syarat FAS Port of Panjang.
Alur transaksi berlangsung sebagai berikut:
- Penjual menyiapkan kopi robusta.
- Barang dikemas dan dikirim ke Pelabuhan Panjang.
- Pembeli menunjuk kapal yang akan mengangkut barang ke Jepang.
- Penjual menempatkan barang di area dermaga tepat di samping kapal tersebut.
Pada saat barang telah tersedia di samping kapal, risiko langsung berpindah kepada pembeli.
Misalnya sebelum proses loading dilakukan terjadi hujan deras yang menyebabkan sebagian barang rusak. Karena risiko sudah berpindah saat barang berada di samping kapal, kerugian tersebut menjadi tanggung jawab pembeli.
Inilah perbedaan utama antara FAS dan FOB.
Pada FOB, risiko berpindah setelah barang dimuat ke atas kapal.
Sedangkan pada FAS, risiko berpindah lebih awal, yaitu saat barang ditempatkan di sisi kapal.
Karena alasan inilah pembeli perlu memastikan proses pemuatan dapat dilakukan segera setelah barang diserahkan oleh penjual. Semakin lama barang berada di area dermaga sebelum dimuat, semakin besar pula risiko yang harus ditanggung pembeli.
Memahami titik perpindahan risiko ini sangat penting agar kedua pihak dapat menentukan strategi logistik dan perlindungan asuransi yang tepat selama transaksi berlangsung.
Biaya yang Ditanggung Masing-Masing Pihak dalam FAS
Salah satu alasan mengapa FAS masih digunakan dalam perdagangan komoditas internasional adalah karena pembagian biaya antara penjual dan pembeli cukup jelas. Namun, karena titik perpindahan risiko terjadi sebelum barang dimuat ke kapal, kedua pihak harus memahami pembagian biaya secara rinci.
Berikut tabel pembagian biaya dalam Incoterms FAS:
| Komponen Biaya | Penjual | Pembeli |
|---|---|---|
| Produksi barang | ✓ | |
| Pengemasan (Packing) | ✓ | |
| Labeling | ✓ | |
| Transportasi ke pelabuhan muat | ✓ | |
| Biaya ekspor | ✓ | |
| Customs clearance ekspor | ✓ | |
| Penempatan barang di samping kapal | ✓ | |
| Loading ke atas kapal | ✓ | |
| Freight internasional | ✓ | |
| Asuransi pengangkutan | ✓ (opsional) | |
| Bongkar muat di pelabuhan tujuan | ✓ | |
| Customs clearance impor | ✓ | |
| Bea masuk dan pajak impor | ✓ | |
| Transportasi domestik negara tujuan | ✓ |
Dari tabel tersebut terlihat bahwa tanggung jawab biaya penjual berakhir saat barang berhasil ditempatkan di samping kapal yang ditunjuk pembeli.
Setelah titik tersebut, seluruh biaya logistik utama menjadi tanggung jawab pembeli. Oleh karena itu, FAS sering digunakan oleh pembeli yang memiliki pengalaman dalam mengatur pengiriman internasional dan memiliki hubungan langsung dengan perusahaan pelayaran.
Kesimpulan sederhana yang perlu diingat adalah:
FAS = Penjual mengantar barang sampai samping kapal. Setelah itu hampir seluruh biaya dan risiko beralih kepada pembeli.
Kelebihan FAS (Free Alongside Ship)
FAS memiliki sejumlah kelebihan yang membuatnya tetap relevan dalam perdagangan internasional meskipun penggunaannya tidak sebanyak FOB atau CIF.
Kelebihan pertama adalah tanggung jawab penjual yang relatif lebih ringan dibandingkan FOB. Dalam FOB, penjual masih harus memastikan barang dimuat ke atas kapal. Dalam FAS, kewajiban tersebut tidak ada sehingga penjual dapat mengurangi risiko dan biaya operasional.
Kelebihan kedua adalah memberikan kontrol yang lebih besar kepada pembeli. Karena pembeli yang menentukan kapal dan perusahaan pelayaran, pembeli dapat memilih jadwal pengiriman, rute pelayaran, dan tarif freight yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnisnya.
Kelebihan ketiga adalah sangat cocok untuk perdagangan komoditas curah (bulk cargo). Produk seperti batu bara, kopi, kakao, pupuk, biji-bijian, dan hasil tambang sering menggunakan FAS karena proses penyerahan barang di area dermaga lebih mudah dilakukan dibandingkan menggunakan Incoterms lainnya.
Selain itu, FAS membantu pembeli mengoptimalkan biaya logistik. Importir yang memiliki kontrak jangka panjang dengan perusahaan pelayaran biasanya dapat memperoleh tarif freight yang lebih kompetitif dibandingkan apabila pengiriman diatur oleh penjual.
FAS juga memberikan transparansi yang tinggi dalam pembagian biaya. Kedua pihak dapat mengetahui dengan jelas sampai titik mana tanggung jawab penjual berlaku dan kapan pembeli mulai mengambil alih seluruh proses logistik.
Bagi eksportir yang ingin fokus pada produksi dan ekspor tanpa harus mengelola proses pengangkutan internasional yang kompleks, FAS menjadi pilihan yang menarik. Penjual hanya perlu memastikan barang tersedia di samping kapal sesuai jadwal yang telah disepakati.
Dalam transaksi yang melibatkan perusahaan besar dengan pengalaman logistik yang baik, FAS sering menjadi pilihan karena memberikan fleksibilitas dan efisiensi yang tinggi bagi kedua belah pihak.
Kekurangan FAS (Free Alongside Ship)
Meskipun memiliki sejumlah keunggulan, FAS juga mempunyai beberapa kelemahan yang perlu dipertimbangkan sebelum digunakan.
Kekurangan pertama adalah risiko berpindah terlalu cepat kepada pembeli. Begitu barang ditempatkan di samping kapal, seluruh risiko kehilangan atau kerusakan menjadi tanggung jawab pembeli meskipun barang belum dimuat ke atas kapal.
Hal ini dapat menjadi masalah apabila terjadi keterlambatan loading, cuaca buruk, atau gangguan operasional di pelabuhan.
Kekurangan kedua adalah pembeli harus memiliki kemampuan logistik yang memadai. Karena pembeli mengatur proses loading, pengangkutan internasional, dan seluruh kegiatan setelah penyerahan barang, FAS kurang cocok bagi importir yang belum berpengalaman.
Kekurangan ketiga adalah adanya potensi biaya tambahan di pelabuhan. Jika kapal terlambat tiba atau terjadi kemacetan operasional, pembeli dapat menanggung biaya penyimpanan, demurrage, atau biaya pelabuhan lainnya.
Selain itu, FAS hanya dapat digunakan untuk transportasi laut dan perairan pedalaman. Untuk pengiriman udara atau multimoda, Incoterms seperti CPT atau CIP jauh lebih fleksibel.
FAS juga kurang populer dibandingkan FOB sehingga sebagian eksportir dan importir lebih familiar dengan FOB. Akibatnya, penggunaan FAS kadang memerlukan penjelasan tambahan saat negosiasi kontrak.
Kekurangan lainnya adalah perlunya koordinasi yang sangat baik antara penjual dan pembeli. Apabila informasi mengenai jadwal kapal tidak disampaikan secara akurat, proses penyerahan barang dapat mengalami gangguan.
Karena berbagai alasan tersebut, FAS umumnya digunakan oleh perusahaan yang sudah memiliki pengalaman dalam perdagangan internasional dan memahami proses operasional pelabuhan dengan baik.
Contoh Transaksi FAS Port of Panjang
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh penerapan FAS dalam perdagangan internasional.
PT Lampung Coffee Export menjual 25 ton kopi robusta kepada Sakura Trading Co., Ltd. di Jepang dengan nilai kontrak sebesar USD 75.000.
Kedua perusahaan menyepakati syarat perdagangan:
FAS Port of Panjang, Indonesia
Setelah kontrak ditandatangani, PT Lampung Coffee Export mulai menyiapkan barang sesuai spesifikasi yang diminta pembeli. Kopi dikemas dalam karung ekspor dan disusun di dalam kontainer untuk memudahkan pengangkutan menuju pelabuhan.
Penjual kemudian mengurus seluruh dokumen ekspor seperti invoice, packing list, dan dokumen kepabeanan yang diperlukan.
Setelah proses ekspor selesai, barang dikirim dari gudang menuju Pelabuhan Panjang di Bandar Lampung.
Sementara itu, Sakura Trading Co. menunjuk perusahaan pelayaran Jepang yang akan mengangkut barang menuju Pelabuhan Yokohama.
Beberapa hari sebelum kapal tiba, pembeli mengirimkan informasi jadwal kapal kepada penjual agar proses penyerahan dapat dilakukan sesuai waktu yang telah disepakati.
Ketika kapal tiba di Pelabuhan Panjang, PT Lampung Coffee Export menempatkan barang di area dermaga tepat di samping kapal yang ditunjuk.
Pada saat barang telah tersedia di samping kapal tersebut, kewajiban utama penjual selesai.
Risiko atas barang juga langsung berpindah kepada Sakura Trading Co.
Misalnya terjadi hujan deras setelah penyerahan barang dan sebagian kemasan kopi mengalami kerusakan sebelum proses loading dilakukan.
Dalam kondisi ini, kerugian menjadi tanggung jawab pembeli karena risiko telah berpindah ketika barang ditempatkan di samping kapal.
Selanjutnya, pembeli membayar biaya loading ke atas kapal, freight internasional menuju Jepang, biaya bongkar muat di Pelabuhan Yokohama, serta seluruh biaya impor yang berlaku.
Setelah kapal tiba di Jepang, Sakura Trading Co. mengurus customs clearance impor, pembayaran bea masuk, pajak impor, dan transportasi menuju gudang mereka.
Contoh ini menunjukkan bahwa dalam FAS, penjual hanya bertanggung jawab hingga barang berada di samping kapal. Semua aktivitas setelah titik tersebut menjadi tanggung jawab pembeli.
Karena itu, FAS lebih cocok digunakan ketika pembeli memiliki kemampuan mengelola pengiriman internasional secara mandiri.
Kapan Menggunakan FAS?
FAS tidak selalu menjadi pilihan terbaik dalam setiap transaksi. Namun dalam kondisi tertentu, Incoterms ini dapat memberikan keuntungan yang signifikan.
FAS sangat cocok digunakan ketika pembeli memiliki jaringan logistik internasional yang kuat dan mampu mengatur proses pengangkutan sendiri. Dengan mengendalikan pemilihan kapal dan perusahaan pelayaran, pembeli dapat memperoleh tarif freight yang lebih kompetitif.
Incoterms ini juga ideal untuk perdagangan komoditas curah seperti kopi, kakao, batu bara, pupuk, gandum, atau hasil pertanian lainnya yang biasanya dikirim dalam jumlah besar melalui kapal laut.
Selain itu, FAS dapat digunakan ketika pelabuhan muat memiliki fasilitas yang memungkinkan penyerahan barang secara langsung di sisi kapal.
FAS juga menjadi pilihan yang baik apabila eksportir ingin mengurangi tanggung jawab logistik internasional dan hanya fokus pada proses produksi serta ekspor.
Namun, FAS kurang cocok digunakan jika pembeli tidak memiliki pengalaman dalam pengelolaan pengiriman laut. Dalam situasi seperti itu, FOB atau CIF sering menjadi pilihan yang lebih praktis.
FAS juga kurang ideal untuk barang bernilai tinggi yang rentan terhadap kerusakan sebelum proses loading dilakukan. Karena risiko berpindah lebih awal, pembeli harus mempertimbangkan perlindungan asuransi tambahan.
Secara umum, FAS paling efektif digunakan dalam perdagangan laut yang melibatkan perusahaan berpengalaman, komoditas curah, dan hubungan bisnis yang sudah memahami pembagian risiko serta biaya secara jelas.
FAQ Seputar FAS (Free Alongside Ship)
1. Apa arti FAS dalam Incoterms 2020?
FAS adalah singkatan dari Free Alongside Ship, yaitu Incoterms yang mengharuskan penjual menyerahkan barang di samping kapal yang ditunjuk pembeli.
2. Kapan risiko berpindah dalam FAS?
Risiko berpindah saat barang telah ditempatkan di samping kapal di pelabuhan muat yang disepakati.
3. Siapa yang membayar biaya loading dalam FAS?
Biaya loading ke atas kapal menjadi tanggung jawab pembeli.
4. Apakah FAS dapat digunakan untuk pengiriman udara?
Tidak. FAS hanya digunakan untuk transportasi laut dan perairan pedalaman.
5. Apa perbedaan utama FAS dan FOB?
Pada FAS risiko berpindah saat barang berada di samping kapal, sedangkan pada FOB risiko berpindah setelah barang dimuat ke atas kapal.
6. Apakah penjual wajib membeli asuransi dalam FAS?
Tidak. Tidak ada kewajiban asuransi bagi penjual dalam FAS.
7. Kapan FAS paling sering digunakan?
FAS paling sering digunakan dalam perdagangan komoditas curah seperti kopi, batu bara, pupuk, gandum, dan hasil pertanian lainnya.
FAS (Free Alongside Ship) merupakan salah satu Incoterms 2020 yang dirancang khusus untuk perdagangan laut dan perairan pedalaman. Dalam aturan ini, penjual bertanggung jawab mengirim barang hingga berada di samping kapal yang ditunjuk pembeli, sementara seluruh biaya dan risiko setelah titik tersebut menjadi tanggung jawab pembeli.
Memahami titik perpindahan risiko merupakan kunci utama dalam penggunaan FAS. Banyak sengketa perdagangan internasional terjadi karena kesalahan memahami kapan tanggung jawab penjual berakhir dan kapan pembeli mulai menanggung risiko.
Bagi eksportir dan importir yang bergerak di bidang perdagangan komoditas, FAS dapat menjadi pilihan yang efisien apabila kedua pihak memiliki pengalaman yang cukup dalam pengelolaan logistik internasional.
Untuk memperdalam pemahaman mengenai Incoterms lainnya, Anda juga dapat membaca artikel terkait seperti CPT (Carriage Paid To), CIP (Carriage and Insurance Paid To), FOB (Free on Board), dan CIF (Cost, Insurance and Freight) yang telah tersedia di Pascalab.
0 Komentar